Wawancara
Alit Bagus Ariyadi
Theresia Ebenna Ezeria Pardede lebih dikenal sebagai Tere (lahir di Jakarta, 2 September 1979) adalah penyanyi Indonesia. Putri pasangan T.M Pardede dan Lersiana Purba itu dikenal mempunyai karakter vokal yang kuat dan kemampuan menulis lirik lagu yang berani. Ia adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II.
Tere mengawali kariernya sebagai penyanyi latar berbagai grup musik, sampai kemudian bakatnya disadari oleh Ahmad Dhani. Namanya mulai dikenal sejak berkolaborasi bersama Pas Band dalam lagu Kesepian Kita. Album perdananya bertajuk "Awal Yang Indah" langsung melejitkan namanya. Dalam album tersebut Tere tak saja berdendang, namun juga terlibat penuh sebagai penulis lirik dan lagu. Tere semakin mengukuhkan karirnya di dunia musik Indonesia setelah merilis album keduanya berjudul "Sebuah Harapan", di akhir tahun 2003.
Tahun 2005, Tere merilis album ketiganya, "Begitu Berharga". Tere menggamit Denny Chasmala sebagai produser album ketiganya, sedangkan dirinya berkonsentrasi sebagai ko-produser. Dalam album ini ada satu lagu lama karya Ian Antono dan Taufik Ismail, Panggung Sandiwara, yang didaur ulang.
Meskipun Tere dibesarkan dalam keluarga non-Islam yang kuat, pada 2 September 2000, dia memutuskan untuk memilih Islam sebagai pegangan hidupnya. Kemudian pada tanggal 6 Desember 2003, Tere menikah dengan Eka Nugraha, pria berdarah Sunda yang juga merupakan pencipta lagu Awal Yang Indah.
Bagaimanakah rutinitas seorang Tere saat ini di kancah politik? Dan bagaimana tentang karir musiknya? Berikut bincang-bincang tim IndonesiaSelebriti.com (IS) dan Tere (TR) saat ditemui di kantor RollingStone, kawasan Ampera, Jakarta Selatan.
IS: Halo Tere apa kabar, sekarang kesibukan kamu lagi apa aja nih, khan sudah jadi wakil rakyat nih sekarang?
TR: Alhamdulillah baik, sebenarnya seniman itu adalah biang politis, jadi bukannya pindah haluan. Tapi hanya sebatas lebih mempertajam sensifitasnya aja.
IS: Wuiiiidiiih berat nih bahasanya, jadi menurut kamu musisi dan politik hampir sama tugasnya gitu?
TR: Seniman itu punya modal yang kuat untuk memahami dan memperhatikan sudut pandang-sudut pandang yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahn sosial yang mungkin tidak terangkat oleh politisi-politisi. Pada intinya kalau bicara politik adalah bagaimana membuat sebuah kesepakatan yang bisa diterima oleh seluruh pihak, untuk bisa memahami kepentingan seluruh pihak itu dibutuhkan sensifitas yang cukup tinggi sehingga itu adalah keuntungan saya sebagai seniman untuk bisa berempati dengan berbagai sudut pandang.
IS: Okelah kalau begitu, lalu bagaimana nih dengan karir kamu di dunia musik?
TR: Tentunya secara prioritas karena saya sudah disumpah untuk lima tahun kedepan memperjuangkan dan berupaya semaksimal mungkin bisa menjalankan seluruh fungsi wakil rakyat mulai dari legislasi dalam hal penentuan anggaran dan berkaiatn dengan mengawasi kinerja pemerintahan serta optimal untuk menjadi repreentasi dari masyarakat, otamatis pritoritas utama saya ada di wakil rakyat karena kepentingannya bukan untuk hari ini aja tapi untuk jangka panjang.
IS: Selain sebagai politisi dan musisi, kamu juga tergabung menjadi suporter PMI, bagaimana ngatur waktunya tuh?
TR: Saya tergabung disini (PMI) sebelum saya mendapat amanah untuk masuk ke Senayan, saya kira yang saya lakukan disini lebih kepada konsistensi komitmen saya sebagai salah seorang sahabat PMI.
IS: Ada keterkaitannya nggak sih kegiatan kamu di PMI dengan tugas kamu sebagai wakil rakyat?
TR: Kalau dilihat keterkaitannya tentang kegiatan di legislatif, ketemunya saya kira cukup erat kaitannya secara filosofis. Karena disini juga membahas tentang pentingnya membina generasi muda, pentingnya membangun peradaban lewat musik dan sesuai dengan visi saya juga di Senayan. Saya juga ditugaskan fraksi di komisi sepuluh yang membidangi pendidikan nasional, kebudayaan, pariwisata, pemuda, olahraga dan perpustakaan nasional, menurut saya itu semua interkoneksi ya.
IS: Menurut kamu apa yang harus dimiliki pemuda saat ini untuk menjadikan bangsanya lebih maju?
TR: Jika ingin Indonesia tetap menjadi sebuah negara yang benar-benar adil dan beradab, kita harus punya generasi yang berkarakter, generasi yang posittif, generasi yang peduli dan generasi yang visioner.
IS: Kamu khan aktif di PMI juga, berarti kamu sering donor darah donk?
TR: Nah itu satu masalah saya, karena saya darah rendah apa boleh buat untuk donor darah saya nggak aktif. Saya lebih membantu yang sifatnya psikososial suport program, salah satunya adalah trauma healing untuk anak-anak yang jadi korban bencana.
IS: Wah sayang donk nggak bisa ikutan donor darah, tapi di hati kecil kamu ada niatan untuk tetap menyumbangkan darah nggak sih?
TR: Iya, padahal golongan darah saya O lho, cukup banyak diminati kan itu. Kadang kalau lagi digigit nyamuk saya melihatnya aduuuh sayang tuh mendingan buat disumbangin. Sebenarnya sudah beberapa kali coba, tapi tetap nggak bisa disarankan. Daripada nggak bisa membawa dampak positif bagi orang banyak ya lebih baik cari sarana yang lain untuk mewujudkan kepedulian saya tersebut.
IS: Di album kemanusiaan 'Suara Sahabat' PMI, Tere khan ikut andil bersama grup band-nya yaitu Thinkerbell dengan lagu 'Yang Penting Cinta'. Apakah band itu akan rilis album nantinya?
TR: Thinkerbell itu sebenarnya sebagai wadah bagi komunitas perempuan. Jadi sebenarnya bagi siapa saja musisi perempuan yang mempunyai pemikiran bisa bergabung disini, oleh sebab itu namanya THINKER (pemikir) Bell.
IS: Dipolitik itu kan kelihatannya keras sekali ya perjuangannya, penuh dengan kritik dan sebagainya. Kamu sendiri mengatasinya bagaimana tuh?
TR: Buat saya lebih penting mengoptimalkan potensi saya sendiri daripada melihat orang-orang lain (anggota DPR).
IS: Wah ungkapan yang bijak tuh mba Tere, sekarang apa makna leader atau pemimpin bagi kamu?
TR: Kadang orang suka lupa tentang hal ini, sebenarnya sebelum kita menjadi leader orang lain, jadilah leader untuk diri kita sendiri.
IS: Apa sih bedanya kamu setelah menjadi wakil rakyat saat ini?
TR: Saya kira setiap manusia berproses ya, selalu punya perbedaan dari setiap fase hidupnya. Intinya saat ini saya selaku salah satu wakil rakyat dari fraksi Demokrat, perbedaannya adalah saya tidak berbicara untuk saya sendiri lagi, tapi ada sejumlah peran yang melekat di pundak saya. Bukan beratnya beban yang saya maksud, tapi itu hanya sebatas tantangan untuk saya bisa naik ke level yang lebih baik lagi.
IS: Istilah kerennya kaum perempuan yang menduduki kursi di Senayan dari fraksi Demokrat disebutnya kan Kartini Demokrat nih, apa sih kegiatan mereka di waktu dekat ini?
TR: Kartini Demokrat pada tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan hari ibu, baru saja melakukan kegiatan tindak nyata di rumah sakit jiwa untuk berbagi kasih.
IS: Resolusi kamu di tahun 2010 ini apa sih?
TR: Tetap bisa mewujudkan rencana-rencana dan mimpi-mimpi kecil, tetap bisa menjalankan amanah dan ingin lanjutin sekolah formil. Ingin lanjutin ke jenjang magister ambil jurusan Komunikasi Politik dan Psikologi Pendidikan.


Print
Kirim Artikel



