Jum'at, 19 Maret 2010
 
Hot Exclusive

Maliq and dessential Tegaskan Bukan Band Jazz

Wawancara

Alit Bagus Ariyadi

Maliq and d'essentials adalah sebuah band yang namanya semakin mencuat melalui ajang akbar Java Jazz. Sejak penampilannya di Java Jazz 2005 hingga saat ini namanya semakin mencuat. Apalagi sekarang band ini turut berperan menelurkan band-band baru seperti Twenty First Night dan Boogieman.

Maliq & d'essentials sudah mengeluarkan dua album yaitu 1st dan Free Your Mind dengan masing-masing album dibuat versi repackagenya. Jadi total sudah mengeluarkan 4 buah album. Dan pada saat ajang Java Jazz 2009 nanti mereka kembali berencana untuk merilis perdana album ketiganya di ajang yang membesarkan nama bandnya tersebut.

Namanya perjalanan tidak selamnya lancar, band ini juga mengalami keretakan. Yaitu pada saat yang bersamaan dengan keluarnya album repackaged 1st Maliq&d'essentials, salah satu vocalist yang bernama Dimi juga mengundurkan diri untuk memulai pengerjakan album solonya yang pertama. Semenjak tahun 2006 Maliq&d'essentials melanjutkan perjalan dengan ketujuh personilnya. Penawaran yang sangat menyenangkan untuk Maliq&d'essentials datang di bulan September, yaitu kesempatan membuat soundtrack film Claudia/Jasmine. Maliq&d'essentials memutuskan untuk membuat lagu-lagu yang di masukkan ke dalam soundtrack tersebut menjadi album repackaged "FREE YOUR MIND" dengan single yang berjudul"Dia".

Sekali lagi terjadi pengantian personil didalam band Maliq&d'essentials bersamaan dengan pengantian tahun dari 2007 ke 2008. Gitaris Maliq&d'essentials "Satrio" mengundurkan diri (yang kini telah membentuk band Alexa) dan kemudian digantikan oleh "Lale" tentu saja dengan khas warna nya yang berbeda sehingga bisa menambah warna baru di band Maliq&d'essentials.

 


IS: Halo apa kabar Maliq and d'essentials, lagi sibuk apa sekarang?

MD: Persiapan  rilis album ketiga dalam bentuk special package sebanyak 1000 keping, nama album ketiga kita 'Mata Hati Telinga, video klip dari single pertama yang berjudul 'Pilihanku' juga sudah rampung dan siap dirilis lalu sedang sibuk latihan untuk persiapan Java Jazz aja.

 

IS: Ceritain dengan singkat awal terbentuk dan pemilihan nama  Maliq and D'essential?

MD: Kita terbentuk pada tahun 2002, dengan konsep awalnya Angga dan widi dengan nama Maliq Maliq adalah kepanjangan dari music and live instrument quality, namun konsep itu hanya bisa berjalan baik dengan sebuah band. Setelah sekian lama  mencari sebuah band pada tanggal 15 Mei terbentuklah Maliq and d'essentials. d'essentials diambil karena dalam pencaharian sebuah band tersebut adalah penting, dan nama Maliq diambil dari nama tokoh Arab.

 

IS: Apasih genre musik yang Maliq and d'essentials usung?

MD: Dulu kita sih menyebutnya soulfull, yang artinya apa yang kita suka ya kita mainin, itu aja sih intinya. Namun sekarang kita menyebutnya organic sound.

 

IS: Kenapa memilih genre tersebut?

MD: Karena kita bermain musik sesuai kata hati aja dan berkarya yang kita inginkan, namun  kita serahkan kepada masyarakat aja kita mau dinilai aliran apa.

 

IS: Kenapa kalian merilis album ketiga nanti, bertepatan pada saat Java Jazz?

MD: Sebenarnya kita tiap tahunnya merilis album, kebetulan selalu di awal tahun dan kebetulan juga event Java Jazz diselenggarakan. Kita ingin memanfaatkan momentum besar tersebut, selain itu Maliq and d'essentials dibesarkan lewat Java Jazz juga dulunya.

 

IS: Kenapa judul album ketiganya berjudul 'Mata Hati Telinga'?

MD: Karena salah satu lagu di album ketiga ada yang berjudul Mata Hati Telinga, dan tiga unsur tersebut adalah yang bisa mempresentasikan musik Maliq and d'essentials. Dengan kata lain, musik Maliq tidak hanya untuk didengar saja, tapi juga bisa mengena di hati dari lirik dan dinikmati dengan visual.

 

IS: Di setiap album Maliq and d'essentials siapa sih yang paling banyak menulis lirik atau musiknya?

MD: Lirik paling banyak dari Widi dan melodi dasar juga, namun untuk prosesnya kita semua ikut berperan dalam revisi lirik dan musiknya.

 

IS: Beda album ketiga ini dengan album sebelumnya apa?

MD: Beda umur aja, karena semua yang kita tuturin di album sebelumnya sesuai dengan umur kita saat itu. dari segi musik simple dan tidak simple, yang pasti tidak ngoyo aja. Lalu yang penting adalah di album ketiga ini kita lebih Mandiri dari segi produksi.

 

IS:  Bagaimana persiapan Maliq and d'essentials untuk Java Jazz nanti?

MD: Yang beda kita nanti akan perform bareng dengan teman teman dari organik yaitu  dari Twenty First Night dan Boggie Man, serta akan ada kejutan-kejutan kecil lah nantinya. pokoknya berusaha ada yang beda dan pesannya bisa diterima penonton dengan baik.

 

IS: ada rencana kolaborasi tidak nantinya?

MD: kalau kolaborasi kita juga sudah beberapa kali lakuin. dari Taufik Ismail dan beberapa vokalis band lain. Tapi untuk masing-masing personil kita punya keinginan sendiri-sendiri, tapi dalam waktu dekat kita ada rencana untuk kolaborasi dengan Fariz RM.

 

IS: Maliq and d'essentials dulunya pernah menampilkan aksi panggung yang cukup menghibur dan atraktif, namun sekarang si Indah sedang hamil tua, bagaimana solusinya?

MD: Solusinya mungkin sekarang kita mau tampilin semua personilnya kedepan di panggung, tidak hanya vokalis aja yang didepan.

 

IS: Kesulitan dalam proses album ketiga ini apa?

MD: Biasanya sih soal waktu aja, dan karena proses banyak dilakuin sendiri jadi ngerasa lebih gampang aja padahal ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

 

IS: Bagaimana tanggapan kalian mengenai pembajakan yang belum tuntas di negeri ini?

MD: Kita sudah tidak mikirin mengenai hal tersebut, tapi berusaha mengambil hal positifnya aja dari pembajakan, walaupun kedengarannya aneh. Kita juga tidak bisa berbuat banyak.

 

IS : Bisa klarifikasi tidak tentang isu bocornya video klip perdana di album ketiga Maliq yang sudah tersebar di youtube?

MD: Itu sebenarnya tidak bocor, hal tersebut memang disengaja untuk segi marketing, karena media internet bisa dibilang sangat efektif untuk pemasaran.

 

IS: Penting gak sih sebuah image bagi Maliq and d'essentials?

MD: Bagi kita sangat penting karena kita jualan disitu, dan harus punya ciri khas sendiri dan kita sudah memikirkan hal itu.

 

IS: Banyak orang berpendapat kalian adalah band Jazz yang diketahui cukup segmented, manurut kalian bagaimana?

MD: Kita sebenarnya bukan beraliran Jazz, tapi kita memang awalnya dikenal lewat Java Jazz mungkin itu terbawa aja ke kita. Kita suka Jazz tapi belum merasa bisa main Jazz tuh. Buktinya kita gak pernah diundang di Jazz klinik. justru dengan adanya Java Jazz itu adalah untuk memasyarakatkan musik Jazz

 

IS:  Dengan hadirnya personil baru yaitu Lale, membawa perubahan di Maliq tidak?

MD: Justru kita memang ingin ada perubahan karena hadirnya Lale tapi tetap ada batasannya. Namun selama ini prosesnya lancar

 

IS: Lale ada kesulitan gak untuk penyesuaian diri di band ini? 

MD: Saya sesuaikannya susah-susah gampang, karena seelumnya gw bergabung sama RAN yang genre musiknya agak mirip jadi tidak terlalu susah juga. Tapi dibilang gampang ya juga tidak gampang. Ya susah-susah gampang deh.

 

IS: harapan Maliq and d'essentials di album terbarunya?

MD: Album kita bisa diterima di masyarakat dengan adanya perubahan-perubahan nuansa musik di album ini, selain itu diharapakan masyarakat tidak menganggap Maliq itu bukan band yang segmented lagi.

 

IS : Dengan adanya RBT/NSP kalian setuju gak?

MD: Kita setuju aja dari segi bisnis, dan bagus dengan adanya revolusi tersebut. Setidaknya lebih bagus dari pada beli bajakan.

 

 

 

 

Galeri Foto

Lagi Loading gambar. Tunggu Sebentar

◄ Kembali ◄                 Print                 Kirim Artikel


Isi Komentar Anda
User Name
Password
Komentar
Mak [600] Karakter
Register | Forgot Your Password?

 
Arsip           
 
Situs Resmi
 
Lainnya     
Biografi Seleb
 
Lainnya     
© 2009 Sarana Selebritisatu Netrada. Designed by Webindo